Sabtu, 23 Juli 2016

MAMPUKAH..??

Sebuah kehidupan yang dijalani oleh perempuan dimana dunia yang kejam ini, kehidupan yang penuh godaan hingga terjerumus dalam jurang yang begitu dalam. Tangan-tangan yang enggan menggandengnya, yang enggan mengajaknya untuk bangkit, hanya sebuah senyuman hina yang mewarnai. Di sela warna warni khidupan, sampailah satu uluran tangan yang mengajaknya untuk bangkit, mengajaknya meninggalkan kehidupan yang telah lalu penuh dengan kelembutan,kesabaran, juga perjuangan. Tidak mudah untuk sampai ke atas batu-batu, kerikil kehidupan terus membuat langkah tergelincir. Hidup terus di lalui tangis tawa dijalani, namun apalah arti bagi perempuan itu, bangkit merangkak trrsungkur lagi. Kehidupan yang dulu ia jalani telah ia pendam dan ingin menata kembali, yah... memang dia hina, sekarang benarpun akan tetap dianggapnya hina. Mimpi yang dulu tumbuh memang hanyalah sebuah mimpi. Ini bukan negeri dongeng dimana perempuan miskin mendapatkan pangeranya. Ya inilah kehidupan perempuan itu, perempuan yang selalu sendiri yang berharap dari uluran satu tangan itu dia akan bangkit. Jalan masih panjang, yang ada di depan tak akan pernah kita tau. Apakah ia mampu sedangkan jalan ini terlalu kejam baginya, uluran tangan itupun sedikit demi sedikit mulai memudar, apakah ia mampu.!

Rabu, 15 Juni 2016

LIRIK LAGU KALAU MASIH BISA MEMILIH - WALI


Maafkanlah diriku ini
Tak bisa pelukmu selamanya
Tak bisa membelai dirimu
Selama yang kau mau

Maafkan bila nanti aku
Harus tua dan harus lemah
Bahkan harus menutup mata

Kalau masih bisa memilih
Tak ingin aku menjadi tua
Agar ku tetap tegak berdiri
Dan selalu peluk lelap dirimu

Kalau masih bisa memilih
Tak ingin aku tutup usia
Dan tak ada yang ambil dirimu
Kita untuk selamanya

Sudahlah inilah jalannya
Sudahlah ini pun takdirnya
Berharap kau tau diriku
Sayang kau selamanya

Kalau masih bisa memilih
Tak ingin aku menjadi tua
Agar ku tetap tegak berdiri
Dan selalu peluk lelap dirimu

Kalau masih bisa memilih
Tak ingin aku tutup usia
Dan tak ada yang ambil dirimu
Kita untuk selamanya

Kalau masih bisa memilih
Tak ingin aku menjadi tua
Agar ku tetap tegak berdiri
Dan selalu peluk lelap dirimu

Kalau masih bisa memilih
Tak ingin aku tutup usia
Dan tak ada yang ambil dirimu
Kita untuk selamanya

KISAH 3 ORANG TUKANG BANGUNAN


Di sebuah desa kecil ada seorang anak yang sedang berjalan melintasi lokasi yang akan dibangun sebuah sekolah. Anak itu melihat ada 3 orang yang sedang bekerja disana.

"Pak, sedang mengerjakan apa?" tanya anak itu kepada tukang pertama.

"Kamu bisa lihat sendiri, saya ini seorang tukang, saya sedang mengerjakan pekerjaan saya sebagai tukang bangunan" jawabnya.

Lalu anak itu menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang kedua "Pak, sedang mengerjakan apa?"

"Saya sedang membantu sekolahan ini membuat gedung sekolah." jawab tukang kedua.

Lalu anak itu juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang ketiga "Pak, sedang mengerjakan apa?"

Tukang ketiga menjawab, "Saya sedang membangun mimpi anak-anak di desa ini supaya mereka berani bermimpi lebih tinggi dan meraih cita-citanya, sehingga mereka membawa manfaat di masyarakat."

-------------------

Kawan, itulah visi.. kita mungkin melakukan hal yang sama persis dengan rekan kerja kita, kita mungkin melakukan bisnis yang sama dengan rekan maupun pesaing-pesaing kita. Tapi milikilah visi yang jauh didepan sana dan mampu menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya.

Tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah pekerjaan yang kita lakukan saat ini hanya untuk mengisi perut bulan depan?

Terlebih ibadah kita, apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban? ataukah kita memiliki visi yang jauh untuk di akhirat nanti?

--------------

diambil dari status Ardho Fortana
https://www.facebook.com/ardho?fref=nf